KESIMPULAN
Dalam sebuah penelitian di Kanada beberapa waktu lalu, ditemukan bahwa seperempat orang tua yang disurvei (26 persen) mengatakan bahwa anak mereka telah terlibat dalam insiden cyberbullying. 66 persen di antaranya mengatakan bahwa anak mereka menjadi korban, 16 persen mengaku anak mereka pelakunya, dan 18 persen mengatakan anak mereka menjadi saksi dari insiden semacam itu.
Survei juga menemukan
bahwa anak perempuan lebih sering terlibat dalam insiden cyberbullying daripada laki-laki. Angkanya cukup
mengejutkan, 86 persen orang tua mengaku anak perempuannya
telah menjadi korban, sementara 55 persen yang mengaku anak laki-lakinya jadi
korban.
Dari pembahasan di blog ini bisa di tarik kesimpulan
bahwa masih maraknya cyberbullying yang terjadi dan sangat jarang sekali pelaku
yang ditangkap atas kejahatan di dunia maya ini , semoga kita terjaga dari
semua perbuatan yang tercela.
0 komentar:
Posting Komentar